Cara Hamil untuk Penderita HPV #Virus Penyebab Kanker Serviks

Sebenarnya HPV (Human Papillomavirus) yang sering disebut dengan penyakit pada kelam*n (serviks) bisa menghilang dengan sendirinya karena perlindungan dari kekebalan tubuh alami, namun sedikit wanita yang punya kekebalan tubuh yang kuat, sehingga kanker ini akan semakin komplikasi, seperti muncul benjolan kecil pada sekitar kelam*n semacam kutil.

Jika penderita HPV menghendaki hamil dipersilahkan, karena virus ini sebenarnya tidak akan menularkan kepada bayinya secara otomatis. Sehingga mitos bahwa bayi yang hamil dari ibunya yang mengalami HPV akan diturunkan kepada bayi itu, mitos selama ini salah. Meskipun ada kemungkinan si bayi memiliki penyakit HPV seperti ibunya bukan semata-mata tertular, hanya saja kebetulan karena penyebab lainnya. Penyebab utama penyakit HPV adalah tidak menjaga kebersihan diri, seperti cebok karena BAK atau BAB ditempat umum yang airnya banyak digunakan oleh ratusan bahkan ribuan orang seperti ditempat pom bensin dan tempat umum lainnya. Boleh saja menggunakan air umum asalkan air itu tidak menggenang dan bersih, hidupkan kran sampai bak air luber.

Dan banyak lagi penyebab penyakit HPV ini, semua disebabkan karena tidak bisa menjaga kebersihan diri.

Ada beberapa poin penting yang bisa kamu jadikan pertimbangan saat hamil dalam keadaan menyandang penyakit HPV.


#1 Memastikan Kehamilan yang Aman

Meskipun tingkat menular pada bayi perpeluang kecil, alangkah baiknya jika selalu rutin melakukan pemeriksaan kanker secara rutin. Sebenarnya pemerikasaan ini untuk kesehatan si ibu agar tidak muncul penyakit komplikasi seperti kutil kelam*n. Memang butuh banyak biaya, tetapi hasilnya akan memuaskan, rasa khawatir tidak akan lagi muncul.

Jik kutil ini muncul selama kehamilan akan dapat bertambah besar diarea kelam*n, sehingga akan mengganggu disaat hamil normal dan harus melahirkan dengan cara operasi cesar. Untuk itu cek secara berkala untuk mengatasi penyakit komplikasi ini.

Baca juga: Cara Menghindari Selamanya Operasi Caesar Bagi Ibu Hamil

#2 Merawat dan Mencegah Penyakit kanker serviks Selama Hamil

Patikan bayi normal. HPV biasanya tidak menular, adapun sangat jarang terjadi. Jika bayi mengalami HPV bisa sembuh dengan sendirinya karena kekebalan tubuh alami atau dari intervensi medis. Jadi tidak perlu khawatir jika bayi memiliki penyakit HPV.

Jika kamu ingin hamil dalam keadaan menyandang HPV, bulatkan saja niat untuk hamil dan jangan khawatir, selama menjalani masa hamil bisa berkonsultasi dengan dokter atau orang lain tentang cara yang aman melahirkan bagi penderita HPV, dan penyakit HPV bisa disembuhkan, untuk itu bisa saja saat akan hamil penyakit ini bisa sembuh total.

Agar aman untuk anak, maka berilah vaksin saat ia berumur 11-12 tahun untuk mencegah penyakit HPV hingga komplikasinya. Sebagian besar bayi yang dilahirkan dari ibu HPV adalah normal tidak tertular.

Ingat vaksin hanya bisa mencegah bukan mengobati, sehingga bagi anak yang sudah didiagnosa HPV tidak bisa sembuh dengan hanya diberikan vaksin, harus ada itervensi dari medis. Vaksin untuk pencegahan penyakit HPV dan komplikasinya dinamakan vaksin gardasil dan cervarix.

Biasanya anak laki-laki cukup diberikan vaksin gardasil saja diusia sekitar 11-12 tahun. Sedangkan untuk wanita diberikan keduanya, yakni jenis gardasil dan cervarix diusia 11-12 tahun dan 22 tahun jika masih dirasa belum memadai.

#3 Penyakit HPV Tidak Selalu Menimbulkan Kanker serviks

Mitos bahwa HPV adalah kanker serviks, itu tidaklah benar. Kanker serviks terjadi dari kelalaian mengobati penyakit HPV dari dini.

Sebagian wanita terkena penyakit HPV berasal dari pasangannya, sehingga virus ini tertanam pada sekitar kelam*in wanita dan mudah berkembang didalamnya. Jadi perhatikan juga kebersihan pasangan kamu.

Jika pada kondisi komplikasi atau munculnya benjolan semacam kutil didalam kelam*in sebaiknya segera mengobatinya atau mengangkatnya dengan cara operasi atau pemberian obat anti virus.

Dokter biasanya akan memberikan obat pembasmi kutil ini seperti Podofilox, Imiquimod, dan Sinecatechins. Cara pengaplikasiannya dengan mengoleskannya dikutil sampai terlepas.

Dokter juga biasanya memberikan krioterapi setiap satu hingga dua minggu untuk mencegah perkembangan kutil. Obat penyembuhan kutil ini banyak macamnya, seperti Resin podofilin dan Trichloroacetic acid (TCA) atau bichloracetic acid (BCA). Dokter terkadang tidak lepas akan memberikan resep dari salah satu beberapa obat tersebut.

Jangan pernah mengangkat kutil serviks sendiri dirumah meskipun baru sebesar kutil kecil, ini bertujuan untuk menghindari luka dan infeksi. Sebaiknya percayakan saja kepada dokter.

Penutup..

Nah itulah poin-poin penting yang bisa kamu jadikan referensi pribadi agar bisa lebih hati-hati dengan penyakit HPV ini. Pada sebagian kasus, indikasi terkena HPV biasa terjadi dengan ditandainya benjolan-benjolan, seperti kulit terkadang besar dan juga kecil, ada juga yang berbenjol-benjol seperti kembang kol, atau juga ada yang benjol dan rata keluar permukaan kulit.

Semoga artikel ini bermanfaat.
PERHATIAN! Mohon dengan amat sangat untuk tidak copy paste isi artikel dalam blog ini kecuali disertai sumber URL-nya. Blog ini atas perlindungan Allah SWT semata.

No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar di kolom bawah ini.
Tuliskan komentar Kamu menggunakan bahasa yang sekiranya mudah difahami.
Tidak memakai singkatan maupun bahasa lokal.
Trims_