Cara yang Benar Memompa/Memerah ASI Ibu untuk Bayi

Perahan ASI Ibu - Pentingnya memberikan air asi ibu (ASI) untuk bayinya seperti bayi bernafas dengan udara. Saya mengibaratkan demikian, kenapa? karena air asi ibu untuk bayinya dapat memberikan sisi psikologis tersendiri. Saking hebatnya air asi ibu bisa memahromkan orang lain (mejadi anggota keluarga resminya menurut agama islam). Sedangkan dilihat dari sisi kesehatan, air susu ibu merupakan susu paling kompleks gizinya dibandingkan jenis susu lain sekelasnya, selain itu juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh bayi dari berbagai penyakit.

Untuk itu jika bagi para ibu yang sibuk ketat karena banyaknya kerjaan maka duharapkan tetap bisa memberikan air asinya kepada bayinya meskipun ditempuh dengan cara memompa.


Cara memompa air asi ibu bisa menggunakan alat elektronik maupun secara manual, jika dengan manual lebih merepotkan dan membutuhkan waktu yang lama. Jadi bagi para ibu bisa memanfaatkan bantuan alat elektronik khusus untuk memompa air asi, alat itu bisa dibeli ditoko perlengkapan bayi dikota terdekat anda.

Ada beberapa poin yang patut anda ketahui sebelum memerah air susu ibu, perhatikan dengan seksama dibawah ini.

#1 Menentukan Tipe Pompa ASI yang Cocok untuk Ibu

Tipe pompa beraneka ragam ukurannya sehingga setiap ibu mempunyai ukuran yang berbeda, untuk itu pilihlah pompa asi yang cocok sesuai ukuran. Selain ukuran juga ada beberapa tipe pompa asi dipasaran, anda bisa memilihnya sesuai kebutuhan.

Harga pompa asi dipasaran biasanya dibanderol dengan harga minimal sekitar 300ribu rupiah sampai harga yang fantastis seklai sekitar 10juta rupiah. Semakin mahal jenis pompa ini maka semakin canggih dan sudah menggunakan mesin listrik berteknologi tinggi.

Semua pilihan produk tergantung kebutuhan, jika mengnginkan harga murah maka pilihlah tipe pompa asi manual, lebih murah dan sudah mencukupi untuk memerah asi ibu dirumah dengan mudah dan cepat.

Saya akan sedikit mengulas produk pompa asi dibawah ini, sebagai referensi saja sebelum anda menentukan pilihan dan membelinya.

#Pompa Asi manual. Jenis pompa ini sangat sederhana dan dibaderol dengan harga jual yang sangat murah, kisaran 300ribuan saja. Modelnya terdapat lapisan yang ditempelkan ke p*ting susu ibu lalu cara mengeluarkan air asi ibu dengan cara mengurut pelan-pelan kedua tangan ibu sampai keluar air asi sebanyak-banyakna. Perlakuan ini biasanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit, sehingga tidak cocok bagi ibu yang ingin menyusui bayinya setiap hari 4-6 kali sehari karena harus membutuhkan waktu yang longgar.

Perlakuan ini biasanya dilakukan oleh para ibu yang jarang meninggalkan bayinya, dan hanya cocok digunakan bagi ibu yang jarang-jarang keluar kota sedangkan dirumah ada salah satu anggota keluarganya yang menjaga bayinya, ibu bayi tersebut hanya cukup memberikan air asi dengan cara memompa menggunakan alat manual ini, alat ini akan efektif jika hanya digunakan saat darurat, jika rutin setiap harinya maka tidak mampu menggunakan jenis alat pompa manual ini pasalnya proses memerah ASI membutuhkan waktu yang lumayan lama.

#Pompa Asi Elektrik. Pompa Asi ib jenis ini lebih canggih bisa memompa asi lebih cepat dan mudah, pasalnya tipe pompa ini sudah disematkan teknologi baru, hanya 15-20 menit saja sekali bekerja tanpa bantuan dari tangan ibu, jadi ibu bisa melakukan aktifitas lainnya sambil menunggu perahan asi ibu sampai penuh atau sampai air asi tidak lagi keluar.

Haraganya pompa asi tipe elektronik ini dibanderol dipasaran mulai beberapa jta rupiah sampai 10 juta rupiah. Memang mahal, namun kualitasnya terjamin asli dan awet.

#Pompa Asi baterai. Pompa tipe ini menggunakan baterai yang bisa diisi ulang fungsinya seperti mesin potong rambut portable. Mesin jenis ini lebih murah ketimbang jenis pompa elektrik, pasalnya tenaga isapnya lebih lemah karena hanya mengandalkan tenaga dari baterai. Pada prinsipnya sistem kerja alat pompa baterai ini persis dengan pompa elektrik hanya saja daya isapnya berbeda.

#2 Menentukan Waktu yang Efekif Saat Memompa ASI

Waktu memompa setiap ibu tentu berbeda, ini tidak menjadi masalah pada kesehatan ibu. Hanya saja yang menjadi sedikit kendala saat memompa adalah belum terbiasa atau masih pertama kali melakukan memompa Asi, sehingga hasil Asi belum keluar maksimal. Semakin sering dipompa maka asi semakin banyak keluar.

Untuk melakukan program perah Asi dengan menggunakan pompa asi bisa diawali dengan memompa sebelah saja, sebelah lainnya untuk menyusui bayinya ibu, begitu seterusnya dan bergantian.

Jika hasil pompa Asi begitu banyak dan khawatir tidak habis terminum bayi maka masukkan kedalam mesin pendingin agar awet.

Waktu yang tepat memompa asi setiap kali ibu menyusui bayinya, biarkan waktu menyusi bayi menjadi panduan waktu memompa Asi, ini untuk membiasakan ibu agar tidak canggung dan geli sehingga saat ibu banyak aktifitas dikemudian hari dan tidak bisa menyusui bayinya, maka sebagai gantinya dengan membiasakan memompa Asi diwaktu senggang tersebut, dan simpan hasil perahan itu kedalam mesin pendingin, jika sewaktu-waktu diberikan kepada bayi sudah tersedia.

Pompa Asi ini bisa juga dilakukan saat anda ditempat kerja, seperti melakukan disaat istirahat dan lainnya. Untuk memompa Asi dengan alat pompa elektrik membutuhkan waktu sekitar 15-20 menit saja.

#3 Memompa Asi Pada Saat Santai

Waktu yang paling bagus memompa asi agar hasinya maksimal adalah disaat waktu-waktu santai, waktu ini akan bisa nyaman melakukannya, baik ditempat kerja maupun dirumah, andalah yang tahu saat-saat waktu santai itu. Melakukan memompa Asi dengan terburu-buru maka hasilnya tidak akan maksimal, air susu yang dipompa akan sulit keluar jika tubuh ibu dalam keadaan tidak tenang dan santai.

#4 Kompres Pay*dara Agar Produksi Asi Lebih Banyak

Tidak dipungkiri beberapa ibu yang sudah melakukan memompa pay*daranya tidak menghasilkan jumla asi yang diharapkan, yang keluar  hanya sedikit dan tidak mencukupi bayinya. Untuk itu perlunya merangsang asi dengan mengkompres pay*dara terlebih dahulu menggunakan handuk disertai pijatan lembut pada pay*dara, lakukan ritun setiap 10-15 menit sebelum memompa asi, agar hasil Asi yang keluar lebih banyak.

#5 Cara Menggunakan Pompa Manual dan Otomatis

Cara menggunakan pompa manual dan otomatis tentu berbeda. Cara manual dengan bantuan tangan ibu sedangkan cara otomatis full control oleh mesin pompa. Saya akan menjabarkan sedikit panduan cara menggunakan keduanya, simak dengan seksama panduan berikut ini.

#Menggunakan cara manual. Cara ini tetap membutuhkan alat pompa tetapi yang manual tanpa bantuan daya listrik. Caranya: bersihkan semua alat sebelum diginakan dengan alkohol 70% dan kain kapas, kemudian letakkan lapisan pay*dara mesin pompa diatas put*ng susu ibu, pastikan ukurannya sesuai dengan ukuran pay*dara ibu karena jika ukuran kekecilan maka akan terasa nyeri dan jika kebesaran maka alat pompa sulit bekerja efektif dan hasil air susu sangat sedikit bahkan tidak mampu keluar.

Setelah memastikan ukurannya pas, maka selanjutnya memompa Asi dengan cara manual menggunakan bantuan kedua tangan. Tangan kiri memegang lapisan pay*dara sedangkan tangan kanan memegang pompa, pastikan posisi tubuh ibu membungkuk agar hasilnya maksimal, lihat hasilnya maka air susu akan mengalir deras ke botol. lakukan terus sampai air susu menetes dan tidak keluar lagi, itu pertanda kandungan air susu sudah habis. Cara manual ini membutuhkan waktu sekita 45 menit.

#Menggunakan cara otomatis. Cara ini menggunakan alat pompa menggunakan daya listrik, seperti tipe elektrik dan baterai. Alat pompa asi dipasaran hanya untuk satu pay*dara, sehingga jika ibu menginginkan lebih cepat menghasilkan air susunya maka menggunakan alat pompa dua agar sekaligus memompa air susu dikedua pay*dara.

Lebih banyak asi yang dikonsumsi bayi maka bayi akan bertumbuh lebih cepat dan sehat, bahkan dapat menambah kekebalan tubuh bayi dari berbagai macam penyakit yang akan muncul, selain banyak manfaatnya bagi kesehan bayi juga air susu ibu dipercaya menjadi obat alami.

Sehingga semakin banyak air susu ibu dari hasil perahan maka semakin bagus.

Cara kerja alat pompa otomatis ini tidak membutuhkan sentuhan tangan sedikitpun, sehingga bisa digunakan untuk beraktifitas lainnya seperti makan dan minum. Tunggu asi sampai keluar menetes atau sampai payudara nyeri, hentikan pompa.

Nah itulah sedikit panduan cara memompa pay*dara untuk memerah air susu ibu.

Penutup

Bayak ibu yang tidak sempat menyusui anaknya, banyak ibu yang jarang memeluk bayinya ketimbang baby sister yang mereka bayar setiap bulan. Meskipun begitu, ibu sebagai orang tua bayi tetap memperhatikan kesehatan dan pertumbuhan bayinya, ini adalah salah satu bentuk kasih sayang ibu kepada bayinya. Sesibuk apapun dan sepadat apapun kegiatan ibu setiap harinya maka diharapkan tetap memberikan asinya kepada bayinya meskipun ditempuh dengan cara memompa.
PERHATIAN! Mohon dengan amat sangat untuk tidak copy paste isi artikel dalam blog ini kecuali disertai sumber URL-nya. Blog ini atas perlindungan Allah SWT semata.

No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar di kolom bawah ini.
Tuliskan komentar Kamu menggunakan bahasa yang sekiranya mudah difahami.
Tidak memakai singkatan maupun bahasa lokal.
Trims_